Stay updated with our latest news, events, and important information.
Seoul, Korea Selatan – Korea Youth Summit 2025 yang diselenggarakan oleh Youth Break the Boundaries (YBB) pada 30 Juni hingga 3 Juli telah sukses mempertemukan delegasi pemuda dari lebih dari 15 negara untuk berdiskusi mengenai diplomasi, pembangunan berkelanjutan, dan pertukaran budaya. Salah satu pembicara yang mencuri perhatian adalah Jooeun Kim, sosok muda dengan latar belakang kuat di bidang kerja sama pembangunan dan hubungan internasional.
Jooeun saat ini sedang menempuh studi Magister International Studies di Ewha Womans University, dengan konsentrasi pada Kerja Sama Pembangunan dan IPK mengesankan 4.26 dari 4.30. Dalam sesinya, ia membahas pentingnya keterlibatan pemuda dalam mendukung pembangunan kawasan Asia Pasifik serta kontribusi nyata mereka terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Selain prestasi akademis, Jooeun juga memiliki pengalaman profesional yang luas, antara lain:
Dalam sesi presentasinya, Jooeun menunjukkan bagaimana riset kebijakan yang dikombinasikan dengan semangat dan inovasi pemuda dapat menghasilkan solusi nyata dan berkelanjutan lintas negara.
Saat ditanya tentang pengalamannya di summit, ia mengatakan:
“Acara ini sangat menginspirasi. Saya sendiri juga masih muda, dan saya merasa sangat termotivasi oleh presentasi para peserta yang menawarkan solusi inovatif untuk mendorong sinergi budaya demi keberlanjutan.”
Untuk generasi muda, Jooeun memberi pesan:
“Salah satu alat terkuat yang dimiliki generasi muda saat ini adalah media sosial. Kita sudah sangat akrab menggunakannya, dan itu bisa menjadi senjata ampuh—baik untuk kampanye, menyebarkan kesadaran, maupun melestarikan warisan budaya yang layak dikenal secara global.”
Kehadiran Jooeun Kim di Korea Youth Summit 2025 menjadi bukti bahwa pemuda tidak hanya memiliki potensi, tetapi juga kapasitas untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan global. Ceritanya menginspirasi peserta lain untuk terus berani mengambil peran dalam diplomasi dan kerja sama internasional.
Sebagai penutup summit, satu pesan utama yang tersampaikan dengan jelas adalah: pemuda bukan hanya masa depan—mereka adalah masa kini.